MS #19 : Kebaikan Yang Terus Mengalir


Tahukah kamu, siapakah orang yang paling bahagia?
Dialah orang yang meski terlelap dalam tidurnya atau bahkan terbujur kaku dalam kematiannya tetapi pundi-pundi pahala terus mengalir untuknya.

Islam adalah wujud kasih sayang Allah bagi para hamba-Nya. Betapa Islam sangat sempurna mengatur setiap lini kehidupan kita. Tidak hanya untuk meraih kebahagiaan di dunia, tetapi juga bagaimana kita memperoleh kebahagiaan yang hakiki di akhirat.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah segala amalannya, kecuali dari tiga perkara: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shaleh yang mendoakannya”. [HR. Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i]

Apa itu amal jariyah?
Amal jariyah adalah sebutan bagi amalan yang terus mengalir pahalanya, walaupun orang yang melakukan amalan tersebut sudah meninggal dunia.

Selain itu, dalam hadits lain disebutkan pula mengenai apa saja amalan yang tergolong amal jariyah.

Dari Anas Radhiyallahu anhu, beliau mengatakan, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada tujuh hal yang pahalanya akan tetap mengalir bagi seorang hamba padahal dia sudah terbaring dalam kuburnya setelah wafatnya (yaitu): Orang yang yang mengajarkan suatu ilmu, mengalirkan sungai, menggali sumur, menanamkan kurma, membangun masjid, mewariskan mushaf atau meninggalkan anak yang memohonkan ampun setelah dia meninggal.” (Hadits ini diriwayatkan oleh al-Bazzar dalam Kasyful Astâr, hlm. 149. hadits ini dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah dalam shahihul Jami’, no. 3602)

Mari kita cermati kedua hadits di atas, kemudian berusaha paling tidak bersungguh-sungguh beramal dengan salah satunya. Selagi Allah masih memberi kesempatan kita untuk hidup.

Orang yang sudah mati amat membutuhkan keutamaan amal jariyah. Masa hidupnya telah usai, begitu pula dengan usainya kesempatan untuk kembali beramal sholih.

Maka beruntunglah, orang-orang yang semasa hidupnya memperbanyak mengerjakan amal-amal jariyah. Kelak, ketika ia sudah tidak lagi mampu beramal akan tetapi pahalanya tidak terputus, derajatnya kian bertambah, kebaikannya semakin meluas, serta pahalanya berlipat ganda. Sementara jasad sudah terbaring kaku dalam kuburnya.

Maka pantaslah jika yang demikian disebut sebagai orang yang paling bahagia.

Alangkah indahnya. Alangkah mulianya.
Ya Allah, betapa kami semua ingin mati dalam keadaan terbaik dan juga mewariskan amal-amal terbaik. Maka ya Allah, anugerahkan kepada kami semua akhir hidup yang baik.

Wallahu a’lam

Referensi
· Anonim. 2014. Amalan Yang Tetap Menghasilkan Pahala. https://almanhaj.or.id/3820-amalan-yang-tetap-menghasilkan-pahala.html. Diakses pada 12 Februari 2019 pukul 10.00 WIB.
· Tuasikal, M. Abduh. 2016. 7 Amal Jariyah. https://rumaysho.com/14488-7-amal-jariyah.html. Diakses pada 12 Februari 2019 pukul 10.45

©Fajr Studio
Masjid Mardliyyah UGM

Ikuti akun Masjid Mardliyyah UGM:
🖥 facebook.com/FOSDAMMrdliyyah/
🎥 youtube.com/c/MasjidMardliyyahUGM
📷 instagram.com/mmardliyyahugm/
🎙 t.me/mmardliyyahugm
📲 line.me/R/ti/p/%40nsb2585g
🌐 mardliyyahugm.com
📞 081225334282

#MenjedaSejenak #MMmenjedasejenak #FajrStudio #MasjidMardliyyahUGM #februari2019 #amaljariyah #perbanyakamal #istiqomah #tauhid #indonesiabertauhid #inkscapefordawah #motivasiIslam #nasehat #posternasehat #flatdesign #graphicdesign #design #illustration

Posted in Artikel Fajr Studio, Menjeda Sejenak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *