Fajr Studio

“Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini.”
(QS. Al-Fajr: 24)

Lembaga ini adalah Badan Semi Otonom (BSO) di Masjid Mardiyyah yang mengemban peran dakwah melalui syiar kemediaan. BSO ini sebelumnya adalah suatu bidang kemediaan yang berada dalam struktur Forum Studi dan Dakwah (FOSDA) Masjid Mardliyyah Kampus UGM. Lembaga FOSDA sendiri adalah lembaga dakwah di Masjid Mardliyyah Kampus UGM yang mirip SKI, LDF atau LDK yang biasa dikenal di kampus. Namun pada tahun 7 Januari 2017 lalu, bidang media ini resmi berdiri dengan arahan kerja sendiri dengan format sebagai BSO.

BSO ini dibentuk untuk berdakwah dan memakmurkan Masjid Mardliyyah melalui karya-karya kemediaan. Fungsi memakmurkan masjid adalah kodrat dari lembaga ini dan fungsi dakwah adalah sisi kebermanfaatan lain yang inging dicapai dari adanya lembaga ini. Lembaga ini harapnnya bisa menjadi suatu wadah yang bisa menebar kebermanfaatan melalui dakwah kemediaan, menjadi suatu lembaga yang produktif dan berdikari, dan bisa bertahan eksistensinya sesuai dengan tantangan zaman.

Fajr Studio memiliki 4 fokus bidang yaitu

  • Desain grafis
  • Media sosial
  • Reportase
  • HRD

Bidang-bidang ini dirumuskan sesuai kebutuhan, potensi berdakwah dan keberadaa masjid itu sendiri. Masjid sebagai pusat peradaban harus bisa menghasilkan produk-produk keilmuan sebagai wujud eksistensinya. Sedangkan dakwah adalah upaya lembaga yang berada di masjid untuk mensyiarkan Islam, mengajak masyarakat dalam kebaikan dan mencegah kemungkaran. Dari sinilah ilmu dan amal harus berjalan beriringan sesuai dengan konteks zamannya.

Dengan segala keresahan, tuntutan zaman, dan peluang untuk memperluas dakwah, Fajr Studio akhirnya berdiri. Lembaga dengan basis studio, lembaga yang memegang nilai untuk berdakwah melalui media.

BSO ini mengambil filosofi studio sebagai sebuah wadah untuk merasa, berpikir, berisntesis, berkarya, berinovasi. Karya-karya yang diproduksi BSO ini identik dengan produk-produk kreatif dan inovatif yang bersinggungan dengan media.

Nama Fajr (fajar) berarti cahaya pertama, atau garis pertama yang muncul saat malam mulai bergulir menjadi pagi. Waktu pergantian ini adalah transisi waktu-waktu yang suci dengan waktu yang manusia mulai melaksanakan aktivitas keduniaan mereka. Di sepertiga malam, manusia telah bangkit dan berinteraksi dengan Allah. Seorang diri dia berdialog dengan Allah pada waktu yang diberkahi Allah saat do’a-do’a dijamin akan dijabah. Sedangkan pagi hari adalah waktu saat manusia mulai bergulat dengan dunia.

Munculnya fajar menandai dimulainya interaksi manusia dengan dunia. Dunia adalah tempat yang hina bagi manusia, sedangkan akhirat (surga) adalah tempat sebaik-baiknya kembali bagi umat manusia. Fajar waktu yang menjadi pembatas antara keaktifan manusia di dunia yaitu pagi hari dan keaktifan manusia memperoleh surga Allah Subhanahu wata’ala yaitu waktu sepertiga malam. Maka Fajr memiliki filosofi pembeda antara yang baik dan yang buruk, atau lebih dalam lagi adalah pembeda yang haq dan yang batil.

Studio sebagai wadah berkarya dan Fajr sebagai nilai karyanya merupakan sebuah tempat mencipta karya-karya kemediaan yang memberikan pencerahan kepada umat manusia. Manusia menyambut Fajr dengan mental positif untuk melangkah di dunia. Manusia menyambut dunia saat fajar dengan semangat, hati bersih, kesiapan, dan tawakal sampai dia kembali pada malam. Malam di saat dia sendiri, malam yang menjadi waktu dia bermunajat kepada-Nya.

Fajr adalah awal dari perjalanan, awal menapaki dunia yang hina, hingga datang waktu terbaik saat manusia berduaan dengan Allah di sepertiga malam terakhir. Fajr adalah nama surat dalam Al-Qur’an, yang di dalamnya Allah mengingatkan manusia akan kebodohan mereka. Ini adalah sebuah motivasi untuk menjadi manusia yang hidup, menghamba hanya kepada-Nya, berusaha di jalan-Nya, bukan pada dunia yang melalaikan manusia.